Surabaya - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-66 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan pagelaran seni budaya wayang kulit. Acara yang digelar pada di Lapangan Timur Untag Surabaya ini berhasil memikat perhatian civitas akademika dan masyarakat sekitar.
Pagelaran wayang adalah salah satu acara yang diselenggarakan oleh Untag Surabaya di beberapa tahun terakhir. Wayang dianggap memiliki nilai yang sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa serta peradaban Indonesia.
Pagelaran wayang merupakan pertunjukan drama tradisional dari benda wayang yang dimainkan oleh dalang. Wayang merupakan seni pertunjukan khas dari masyarakat Jawa. Lakon wayang biasanya diambil dari cerita epik Ramayana dan Mahabharata yang berasal dari India.
Pagelaran wayang kulit yang mengangkat lakon “Parikesit Jumeneng Ratu” ini dibawakan oleh dalang Ki Genit Santoso yang terkenal dengan sinden Nimas dan kemampuannya dalam memainkan wayang kulit.
Selain hiburan, pagelaran wayang kulit juga menjadi ajang edukasi bagi para penonton. Cerita wayang yang sarat dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, dan persatuan, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa dan masyarakat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Acara ini semakin seru dengan adanya pembagian macam doorprize. Hal yang paling dinanti yakni adanya hadiah motor gratis bagi salah satu pemenang doorprize.
Pagelaran wayang kulit dalam rangka Dies Natalis Untag Surabaya ini menjadi bukti bahwa Untag Surabaya tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga peduli dengan pelestarian budaya bangsa.