PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN, INI YANG DILAKUKAN MAHASISWA ADMINISTRASI PUBLIK DALAM PROGRAM MBKM DLH

Jumat, 12 Januari 2024 - 09:48:13 WIB
Dibaca: 204 kali

PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN, INI YANG DILAKUKAN MAHASISWA ADMINISTRASI PUBLIK DALAM PROGRAM MBKM DLH

Permasalahan lingkungan terutama banyaknya timbunan sampah di TPA Benowo menjadi permasalahan yang dialami Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan sebuah Program Kampung Zero Waste yang bekerja sama dengan Universitas di Kota Surabaya untuk melakukan pendampingan melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merupakan Universitas yang bekerjasama dalam program tersebut.

Nurul Qomariyatun Zulfah merupakan salah satu mahasiswa Administrasi Publik Untag Surabaya yang mengikuti Program MBKM kerjasama DLH Kota Surabaya. Pada program ini, Nurul ditempatkan di RW 01 Tambaksari, Kelurahan Tambaksari, Kota Surabaya Jawa Timur untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dan mengedukasi terkait pengelolaan sampah organik dan an-organik untuk menuju Kampung Zero Waste tahun 2023. 

Program MBKM kerjasama dengan DLH merupakan Program MBKM mandiri yang dilakukan oleh Universitas 17 Agustus dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Permasalahan terkait tingginya angka timbunan sampah di TPA Benowo menjadi faktor utama adanya Program MBKM DLH ini. Sehingga tidak ada seleksi khusus untuk dapat mengikuti program MBKM DLH. 

Dalam Program ini, Nurul melakukan beberapa kegiatan antara lain; penimbangan timbunan sampah yang ada di RW 01 Tambaksari pada awal periode MBKM dan di akhir periode MBKM, sosialisasi pentingnya pengelolaan sampah organik dan an-organik kepada masyarakat, sosialisasi SIBASAM (Situs Bank Sampah) sebagai website untuk melakukan pendataan nasabah dari bank sampah yang ada di setiap RW, dan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk serta pengelolaan sampah an-organik menjadi kerajinan. Hal tersebut dilakukan sebagai cara untuk memanfaatkan sampah agar tidak meningkat nya angka timbunan sampah di setiap TPS maupun TPA. Sehingga lingkungan menjadi bersih dan sehat. 

Selama mengikuti kegiatan, Nurul tidak mengalami kendala sama sekali. Antusias masyarakat akan menjaga lingkungan dan kontribusi mahasiswa membuat program yang tersebut dapat berjalan dengan baik. 

Dengan mengikuti program MBKM DLH, mahasiswa dapat pengetahuan dan pengalaman baru untuk lebih peduli kepada lingkungan dan memiliki ide-ide kreatif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada serta meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan limbah sampah yang ada. “Semoga program seperti ini terus ada dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung untuk menjaga lingkungan, serta membantu masyarakat untuk bersama-sama peduli akan bumi Indonesia agar terbebas dari limbah sampah yang menumpuk”-ujar Nurul sebagai harapan dari Program MBKM DLH. 

Nurul menyampaikan motivasi kepada dulur publik, “Buat dulur publik, jangan takut untuk mengikuti program-program MBKM yang telah disediakan oleh kampus, karena program MBKM yang ada akan membawa dampak positif sesuai dengan jenis program yang ada. Jangan takut untuk gagal, karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan”.


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya