Pertukaran Mahasiswa Merdeka Menjadi Pengalaman Baru bagi Mahasiswa Administrasi Publik

Rabu, 10 Januari 2024 - 13:51:01 WIB
Dibaca: 257 kali

Pertukaran Mahasiswa Merdeka Menjadi Pengalaman Baru bagi Mahasiswa Administrasi Publik

Salah satu Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yakni Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. PMM Batch 3 telah selesai dilaksanakan. Beberapa mahasiswa Administrasi Publik Untag Surabaya juga mengikuti kegiatan PMM Batch 4, salah satunya adalah Anisatul Septian Ika Candra yang diterima di Universitas Sriwijaya sebagai salah satu PTN yang ada di Sumatera Selatan. 

Sebelum melakukan kegiatan PMM di Universitas Sriwijaya, Peserta PMM wajib untuk melakukan beberapa tahapan, mulai dari proses pendaftaran, seleksi, hingga akhirnya lolos sebagai peserta PMM. Pada kesempatan kali ini, Anisa menceritakan pengalaman dalam Pendaftaran PMM sebelum di nyatakan lolos. 

“ Pada proses pendaftaran, terdapat beberapa berkas yang perlu di siapkan antara lain;  SPTJM, BPJS, Surat kesehatan, Pembukaan Rekening sesuai dengan bank yang ditentukan, Transkrip Nilai semester lalu, dan yang pasti menyiapkan data pribadi seperti KTP, KK dan Identitas lainnya, serta menyiapkanlist perguruan tinggi yang akan di tuju.  Peserta PMM wajib mendaftar dan mengisi website dari PMM dengan  teliti. Karena dalam proses seleksi PMM mengutamakan ke ketentuan administrasi saja jadi harus teliti. Mahasiswa dapat memilih perguruan tinggi yang dituju sesuai rekomendasi dan bidang yang ingin di ambil.  Setelah mengisi dokumen dan kunci data lanjut mengikut beberapa tes yaitu tes kebinekaan dan VCAT secara online, yang terakhir menunggu pengumuman”-Ujarnya. 

Adapun kegiatan yang dilakukan Anisa selama mengikuti PMM, yakni mengikuti kegiatan belajar seperti perkuliahan pada umumnya serta mengikuti kegiatan Modul Nusantara. Dalam kegiatan Modul Nusantara mahasiswa PMM diperkenankan dengan budaya khas palembang serta berkunjung dibenerapa ikon dari Kota Palembang yakni Jembatan Ampera. Hal menarik pada kegiatan Modul Nusantara yakni mahasiswa PMM diberikan pengalaman untuk membuat makanan khas Palembang serta berkuliner beberapa makanan Khas Palembang.

Dengan mengikuti program PMM, Anisa menyampaikan pesan kepada dulur publik. “Jika ingin  mengikuti kegiatan PMM harus menyiapkan mental, karena ikut pmm kita ditemukan dari berbagai daerah, suku, budaya, bahasa yang pstinya berbeda jauh dengan daerah asal kita. Harus bisa menyesuaikan diri dan menghargai perbedaan dan yang paling penting menjaga sikap dan ucapan”- Ujarnya. 

Pada pelaksanaan program ini, anisa menyampaikan beberapa kendala dan hambatan yang dirasakan, seperti mengalami culture shock dengan kondisi budaya, makanan dan sikap seseorang. Kendala lain yang dirasakan oleh Anisa yakni akses untuk melakukan segala aktivitas yang sulit dijangkau, karena luasnya area lingkungan kampus UNSRI. Dengan adanya hal tersebut dapat meningkatkan rasa toleransi antar perbedaan budaya dan menjadi pengalaman menyenangkan di PTN terluas se Asia Tenggara. 

Beberapa momen yang telah dirasakan Anisa selama mengikuti program ini. Anisa juga menyampaikan motivasi kepada dulur publik untuk dapat mengeksplor hal baru dan mengikuti program-program yang telah disediakan sebagai pengalaman. 

“Harus belajar keluar dari zona nyaman. Karena belum tentu kesempatan yang disediakan saat ini masih bertahan kedepannya. Karena bener- bener banyak benefit dan cerita yang akan kita dapat. Jadi jangan takut mencoba dan ber-eksperimen selama kesempatan itu masih ada”-ujar Anisa sebagai penutup artikel ini. 


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya