INTIP KEGIATAN MAHASISWA ADMINISTRASI PUBLIK MELALUI PROGRAM MBKM DLH

Rabu, 10 Januari 2024 - 13:49:25 WIB
Dibaca: 185 kali

INTIP KEGIATAN MAHASISWA ADMINISTRASI PUBLIK MELALUI PROGRAM MBKM DLH

Program MBKM DLH merupakan salah satu program MBKM yang disediakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Program ini khusus untuk mahasiswa di Kota Surabaya. MBKM DLH berfokus pada lingkungan terutama pengelolaan sampah organik dan an-organik. 

Khafidatuz Rosida merupakan salah satu Mahasiswa Administrasi Publik yang mengikuti kegiatan MBKM DLH. Rosi ditempatkan di RW 01 Tambaksari, Kelurahan Tambaksari Kota Surabaya untuk melakukan pendampingan di masyarakat setempat. 

Menurut Rosi Pendaftaran Program MBKM DLH lebih mudah dan tidak rumit, karena mahasiswa hanya perlu mengajukan diri kepada pihak Universitas untuk ikut serta dalam kegiatan. Program MBKM DLH merupakan salah satu program KKN Tematik yang disediakan oleh Universitas. 

Rosi menceritakan pengalaman selama mengikuti program MBKM DLH. “Selama mengikuti Program MBKM DLH, terdapat 2 kegiatan yang telah dilakukan. Pertama, Perhitungan  Timbunan Sampah Rumah Tangga di RW 01 Tambaksari, yang dilakukan selama 8 hari berturut-turut dengan mendatangi beberapa rumah warga pada masing-masing RT. Hal tersebut tersebut lakukan untuk mengetahui jumlah sampah yang dibuang oleh masyarakat dalam setiap hari nya. Setiap hari saat melakukan penimbangan timbunan sampah mahasiswa MBKM memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat melakukan pemilahan antara sampah residu, sampah organik dan sampah an-organik. Kedua, pemanfaatan sampah organik untuk dijadikan pupuk organik cair (POC). Sampah yang diolah merupakan sampah organik dari masyarakat yang sudah dikumpulkan dan dilakukan pemilahan”. -Ujar Rosi 

Selama terlaksananya program MBKM DLH, rosi merasakan kendala dan hambatan dalam melakukan kegiatan. “Kendala ada di kegiatan perhitungan timbunan sampah pada RW.01 Tambaksari, dimana pada RT 01 sangat susah untuk melakukan koordinasi dengan warga, rumahnya kebanyakan tidak terbuka gerbangnya, sehingga kami kesulitan untuk mengakses tempat sampah yang ditaruh didalam rumah. Hal tersebut dikarenakan faktor warga yang work from office”.-ujarnya. 

Melalui program MBKM DLH yang mempunyai fokus dalam pengelolaan sampah, mahasiswa mendapatkan pengalaman baru mengenai olahan sampah menjadi nilai rupiah. Menurut sebagian orang sampah merupakan barang yang tidak bernilai. Dengan penerapan ilmu dalam pengelolaanya, barang yang sudah tidak terpakai dapat bernilai sehingga membantu perekonomian, seperti sampah organik yang dikelola sebagai pupuk cair dan sampah an-organik yang dikumpulkan lalu di jual. 

Rosi menyampaikan pesan dan harapan kepada dulur publik dan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemilahan sampah. Harapan kedepannya, semoga program MBKM yang berkaitan dengan lingkungan dapat terus terlaksana dan mengalami peningkatan kualitas dalam implementasinya.


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya