INTIP PROGRAM MICROCREDENTIAL ICE INSTITUTE GAME DEVELOPMENT PADA MSIB BATCH II

Selasa, 07 Juni 2022 - 13:53:11 WIB
Dibaca: 276 kali

INTIP PROGRAM MICROCREDENTIAL ICE INSTITUTE GAME DEVELOPMENT PADA MSIB BATCH II

Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat merupakan program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mendapatkan pengalaman langsung di dunia profesi dan industri sekaligus untuk mengembangkan pendidikan di luar kampus mahasiswa tersebut. Pada program MSIB Batch II ini terdapat salah satu mahasiswa program studi Administrasi Negara yang lolos mengikuti program ini yaitu Anisah Puteri Djatmiko. Anisah sendiri merupakan mahasiswa angkatan 2019 dan kesan Anisah dapat mengikuti program ini tentunya sangat bersyukur sekaligus senang mendapat kesempatan mengikuti program ini. 

Awal mula Anisah berinisiatif mengikuti program MSIB Batch II ini yaitu Anisah melihat mapping alur KRS yang bisa mengambil KKN atau Magang, sehingga Anisah memanfaatkan peluang ini dengan mengambil atau mengikuti program MSIB Batch II yaitu Program Microcredential ICE Institute Game Development. Selain itu, Anisah banyak melihat peluang-peluang maupun kesempatan yang nantinya bisa menjadi bekal menuju pasar industri, bekal yang dimaksud yaitu pada saat masa pandemi ini banyak inovator penggagas pendidikan menciptakan game based learning. 

Mengikuti program ini membuat Anisah mengetahui konsep Game Based Learning itu merupakan bentuk nyata peralihan metode pembelajaran di tengah pandemi, mulai dari pengenalan reward, adu tangkas jawab pertanyaan dari guru lewat peringkat, serta banyak game saintek maupun sosial yang menggiring siswa untuk menghilangkan stigma belajar adalah hal yang membosankan. Inovasi game based learning ini menurut Anisah tidak hanya mengupgrading para siswa namun juga para tenaga pendidik serta inovasi ini baginya sebuah inovasi yang cemerlang dalam menghadapi concern metode pembelajaran di masa pandemi yang terlalu membosankan jika hanya menerapkan tatap muka secara online.

Pada program ini, Anisah diarahkan ke kelas studi independen yang bermacam kelasnya dan banyak stream yang memang pada akhirnya akan digabungkan untuk pengerjaan final game project dengan pilihan yang sudah ditentukan per kelompok berisi 13 mahasiswa yang terdiri dari 3 stream game artist, 3 game programming, 3 game desainer, dan 3 game project. Dari setiap kelompok tersebut akan diarahkan oleh mentor dan telah disesuaikan genre game yang cocok untuk sumber daya manusia yang ada pada kelompok tadi. Pilihan genre game yang dapat dilaksanakan oleh mahasiswa bersama dengan anggota kelompoknya antara lain yaitu entertainment game, serious game, dan educational game. 

Saat melaksanakan program ini, Anisah memiliki kendala pada tantangan setelah mengetahui genre gamenya, kemudian harus mengkoordinasikan lebih baik konsep game apa yang harus dibuat sekaligus mengumpulkan ide dan kebutuhan masing-masing mahasiswa di dalam kelompok yang harus lebih bisa menyesuaikan diri satu sama lain, serta setiap minggu harus ada progres yang disampaikan kepada mentor. 

Melalui pengalaman yang diperoleh dalam mengikuti program ini, Anisah menyampaikan bahwa banyak hal yang selama ini Anisah kira menjalankan sebuah game itu susah dan pasti banyak waktu yang terbuang sia-sia, akan tetapi sekarang konsep pola pikir itu berubah karena dirinya berpikir bahwa bukan tentang seorang gamers itu pemalas tapi seorang gamers itu pasti memiliki nilai atau potensi untuk bisa jadi developer sebuah game dan pasti latar belakang adanya inovasi pembelajaran lewat konsep Game Based Learning adalah dari riset maupun penelitian perancang game yang ingin berinovasi juga di lingkungan pendidikan.


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya