UNGKAP PERJALANAN KEGIATAN KAMPUS BATCH 2 BERSAMA RACHMAH DEWI SAFITRI

Rabu, 29 Desember 2021 - 08:37:54 WIB
Dibaca: 238 kali

UNGKAP PERJALANAN KEGIATAN KAMPUS BATCH 2 BERSAMA RACHMAH DEWI SAFITRI

Banyak sekali perjalanan dan pengalaman menarik dari para mahasiswa program studi Administrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam program Kampus Mengajar, begitupula dengan Rachmah Dewi Safitri, mahasiswa angkatan 2018 yang turut memberikan pengalaman serta perjalanannya mengikuti program Kampus Mengajar Batch 2 ini. Mengapa Rachmah mengikuti program Kampus Mengajar ini bermula dari karena masa pandemi, pembelajar dilakukan secara online, Rachmah sendiri pada saat di rumah menjadi guru bimbingan belajar, dengan demikian Rachmah menjadi penasaran dengan dunia pendidikan dan ingin benar-benar terjun langsung ke sekolah sehingga mendapatkan pengalaman baru karena Rachmah sendiri bukan berlatar belakang jurusan pendidikan.

Alasan Rachmah tersebut membawanya untuk mendaftarkan diri pada program Kampus Mengajar Batch 2. Pendaftaran dimulai dari membuat akun pada website atau aplikasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Mengisi persyaratan yang ada di MBKM meliputi data diri, transkrip kumulatif, sertifikat pendukung serta nomor rekening milik sendiri, dilanjutkan dengan tes survei Kebhinekaan yang mana tes terekam kamera oleh sistem mulai dari mengerjakan sampai selesai, menunggu hasil seleksi status akun MBKM yang sedang diproses dan pengumuman seleksi dapat email dan status MBKM lolos. Pada akhirnya Rachmah lolos setelah mendaftarkan diri pada program tersebut dan mendapat penempatan mengajar di SDN 1 Sekidang, beralamatkan di Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Kondisi SDN 1 Sekidang menurut Rachmah sangat kurang. Keadaan ruang kelas hanya ada 3, 1 ruangan untuk 2 kelas karena muridnya hanya sedikit, total keseluruhan hanya 24 siswa dan kurang lebih terdapat 8 sampai 9 tenaga pengajar, termasuk Kepala Sekolah.  Namun tenaga pengajar yang sering masuk hanya sekitar  4 sampai 5 tenaga pengajar dan tenaga pengajar lainya tidak pernah masuk sama sekali. Rachmah menyampaikan bahwa keadaanya memprihatinkan sekali baik dari fasilitas maupun kualitas karena murid kelas tinggi pun masih ada yang belum lancar membaca.

Kesan pertama kali Rachmah melakukan kegiatan mengajar baginya tidak semudah yang dilihat dan harus benar-benar sabar karena tidak semua murid punya kepandaian yang sama, apalagi jika menghadapi murid yang bandel, tidak mau mendengarkan, jadi harus benar-benar sabar dan menahan untuk tidak sakit hati karena mereka mungkin belum semuanya mengerti. Aktivitasnya yang Rachmah dan timnya lakukan yaitu mengajar seperti biasa, karena pada saat ini sudah diperbolehkan tatap muka jadi masuk mulai hari senin sampai sabtu. Untuk program-program yang Rachmah susun dengan kelompok sejauh ini sudah ada beberapa yang terlaksana, seperti hafalan surat pendek setiap hari jumat, senam bersama setiap hari rabu dan mengadakan lomba2 di beberapa hari besar. Untuk siswa yang kurang lancar membaca biasanya di pantau lebih.

Dalam kesempatan ini, Rachmah juga berpesan bahwa masa pandemi bukan alasan untuk kita berhenti mencari pengalaman karena pengalaman merupakan guru terbaik. Masa depan bangsa berada di tangan generasi-generasi muda, jadi dengan mengikuti Kampus Mengajar dapat ikut berpartisipasi untuk membangun generasi yang maju terutama pada sekolah-sekolah pelosok yang sangat membutuhkan bantuan generasi muda. Dengan demikian pada dasarnya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain, bukan hanya mengambil manfaat dari orang lain saja. Pesan tersebut sekaligus menutup segala artikel kegiatan Kampus Mengajar Batch 2 dari Rachmah sendiri serta dari seluruh cerita perjalanan teman-teman mahasiswa perwakilan program studi Administrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya