PROSES PENDAFTARAN SAMPAI DENGAN KEGIATAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR OLEH ISNA AZIZATUL HIMAH

Selasa, 23 November 2021 - 09:46:04 WIB
Dibaca: 324 kali

PROSES PENDAFTARAN SAMPAI DENGAN KEGIATAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR OLEH ISNA AZIZATUL HIMAH

Isna Azizatul Himah merupakan mahasiswa program studi Administrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 2019 yang turut ikut berpartisipasi dalam salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu program Kampus Mengajar. Perjalanan Isna dalam mengikuti program ini cukup panjang dengan bermula mengikuti pendaftaran dengan melihat website Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan juga memantau sosial media Kampus Merdeka untuk memperoleh informasi terkait pendaftaran. Untuk pendaftaran Kampus Mengajar menurut Isna cukup mudah yaitu dengan melengkapi berkas-berkas pendaftarannya saja, lalu untuk proses seleksi akan di seleksi oleh pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek).

Setelah melewati alur pendaftaran dan seleksi, pada saat pengumuman Isna Azizatul Himah dinyatakan lolos program Kampus Mengajar dan memperoleh penempatan mengajar di SDN 2 Suru, yang beralamat di Dusun Watulanang, Desa Suru , Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sebelumnya alasan Isna memilih program Kampus Mengajar dibanding dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang lain yaitu karena pada saat memilih program Kampus Mengajar Isna merasa program tersebut menjadi program yang dapat dikuasai selain itu, selain itu dengan memilih program Kampus Mengajar juga berdasarkan pertimbangan yang matang karena jika lulus nantinya harus bisa dengan senang hati menjalaninya.

Kesan awal Isna saat menjalankan program Kampus Mengajar di SDN 2 Suru ini yaitu sangat antusias, tetapi sedikit khawatir karena jarak yang harus ditempuh cukup jauh dan dengan kondisi jalan pegunungan yang naik turun. Untuk mengajar Awalnya sulit karena harus adaptasi terlebih dahulu baik dengan guru dan murid-murid dan dengan tim kampus mengajar sendiri, akan tetapi hal ini dapat Isna atasi  bahkan sekarang  sudah seperti keluarga, dan murid-murid pun juga sudah dekat dengan Isna dan timnya sehingga proses mengajar menjadi lebih mudah. Namun untuk kondisi SDN 2 Suru ini ucap Isna masih sangat kurang, belum ada fasilitas tambahan seperti perpustakaan, bahkan fasilitas kamar mandi hanya ada 2 digunakan oleh murid dan guru bersamaan. Tenaga pengajarnya pun masih kurang, hanya ada 6 guru wali kelas dan satu guru PJOK. Untuk aktivitas atau kegiatan yang dilakukan Isna dan timnya di SDN 2 Suru ini yang pasti belajar mengajar, dan juga melaksanakan sosialisasi pada guru dan program-program yang meningkatkan kreativitas serta minat literasi pada siswa- siswi.

Isna berharap pada kegiatan dan alasan-alasan Isna mengikuti program Kampus Mengajar ini dapat memotivasi seluruh mahasiswa baik di lingkup Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya maupun mahasiswa yang berada di Universitas lain. Isna juga berpesan kepada mahasiswa diluar sana untuk memanfaatkan waktu dengan bijak dan baik, karena diluar sana ada banyak orang yang ingin menjadi mahasiswa namun keinginannya tidak terpenuhi. Maka dari itu sebagai mahasiswa janganlah takut untuk mencoba hal-hal baru dan tetap semangat. Pesan dari Isna diharapkan dapat dimengerti dan dijadikan motivasi untuk terus berjuang bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. 


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya