Gadget, Merugikan atau Menguntungkan?

Kamis, 05 Juli 2018 - 12:26:24 WIB
Dibaca: 139 kali

 

 

Kekhawatiran orang tua akan pengaruh yang diberikan oleh gadget memang cukup beralasan. Hampir sebagian besar dari mereka mengeluhkan anaknya menghabiskan banyak waktunya untuk bermain smartphone­ miliknya ketimbang mempelajari mata pelajaran yang diberikan oleh sekolah. Bagai sisi mata uang gadget memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif.

Anak menjadi malas belajar, enggan bersosialisasi, kecanduan, emosi cenderung meningkat, merupakan hal yang paling banyak dikeluhkan oleh sebagian besar orang tua termasuk warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Hal itulah yang menjadikan motivasi bagi mereka untuk mengikuti seminar Literasi Media yang diselenggarakan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (7/2).

“Saya tertarik mengikuti acara ini karena saya rasa semua orang tua terutama di desa kami perlu mengetahui berbagai dampak yang diakibatkan oleh gadget yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya,” tutur Endang, Ketua PKK Desa Ngadirojo.

Endang menuturkan, literasi media sangat diperlukan bagi siapapun terutama bagi orang tua agar dapat memberikan pemahaman kepada anak-anaknya yang memang rentan sekali terkena dampak buruk gadget mengingat hampir setiap anak saat ini sudah memilikinya.

Dampak negatif dari gadget yang paling mudah diamati adalah berubahnya peilaku pada anak dari yang biasa saja menjadi lebih aktif dan cenderung menirukan segala adegan yang dapat dengan mudah diakses di gadget seperti mudah emosi, malas, suka berkelahi bahkan melakukan perbuatan asusila.

Namun, selain dampak negatif gadget  juga memberikan banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai media untuk melatih sistem motorik anak, mengurangi stress, mempermudah komunikasi, sebagai media untuk melakukan transaksi jual beli, menambah pertemanan, dan sebagai jendela pengetahuan.

“Berbagai fasilitas dan kemudahan yang disajikan dalam gadget dapat kita manfaatkan untuk menunjang segala aktivitas kita sehari-hari mulai dari mencari  berbagai macam materi pelajaran, berita terbaru, hingga melakukan transaksi jual beli online,” ujar Muchamad Rizqi, pembicara dalam pemaparan Literasi Media yang dilakukan di Balai Desa Ngadirojo tersebut.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya ini juga menuturkan semua manfaat yang ada di dalam gadget itu akan dapat dimaksimalkan apabila masyarakat menggunakannya dengan bijak.

“Jika kita bijak dalam menggunakannya (gadget) maka banyak sekali manfaatnya. Gunakan gadget seuai dengan kebutuhan, berikan pemahaman kepada orang terdekat, dan jadilah contoh yang baik bagi mereka” ujarnya.

Sementara itu, ketua KKN Untag Surabaya untuk Desa Ngadirojo, Angga Yusuf Priyanto, menuturkan bahwa kelompoknya sengaja mengadakan seminar literasi media karena pemahaman akan dampak yang diberikan oleh gadget di masyarakat masih kurang.

“Saya lihat di sini (Ngadirojo) pemahaman masyarakat akan dampak yang diberikan oleh gadget masih kurang sehingga kami ingin berbagi ilmu kepada masyarakat tentang berbagai dampak yang diberikan oleh gadget. Dan diluar dugaan kami, antusiasme warga mengikuti acara ini cukup tinggi,” ujar mahasiswa Teknik Mesin Untag Surabaya itu.

Selain di Desa Ngadirojo beberapa desa di Kecamatan Ngadirojo juga dijadikan lokasi KKN Reguler Untag Surabaya, yakni Desa Pagerejo, Cokrokembang, Wiyoro, Nogosari, dan Wonodadi Kulon. (riz)