Tunjang Teori dengan Kuliah Lapangan

Selasa, 03 Juli 2018 - 13:24:06 WIB
Dibaca: 103 kali

 

Selain ijazah, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang keahlian yang diprogram pada saat menempuh pendidikan tinggi. Mengapa demikian? Dewasa ini persaingan dalam dunia kerja sangat ketat, sehingga ijazah saja tidak cukup jika dijadikan sebagai bekal bagi lulusan perguruan tinggi mengingat semakin ketatnya persaingan global terutama dalam bidang komunikasi sehingga nilai akademis dinilai masih kurang ketika seorang lulusan perguruan tinggi tidak memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajarinya.

Inilah yang mendorong Prodi Ilmu Komunikasi selalu mengadakan kuliah lapangan bagi mahasiswanya termasuk kuliah lapangan ke Balai Produksi dan Informasi Audio Visual (BPIAV) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Surabaya. Kuliah lapangan ini merupakan salah satu wujud dari komitmen untuk meningkatkan kualitas belajar mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Untag Surabaya baik dari administrasi dan pelayanan program studi, kegiatan akademik, kurikulum, sumber daya manusia, dan sistem manajemen, harapannya agar mahasiswa dapat belajar dan mengasah kemanmpuan khususnya dalam bidang informasi audio visual bersama para praktisi yang berkompeten.

Salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa khususnya dalam bidang komunikasi adalah kuliah lapangan. Selama mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi selain mendapatkan teori mahasiswa juga mendapatkan pengajaran langsung dari praktisi guna melatih dalam mengimplementasikan teori-teori yang telah didapatkan dengan baik. Hal ini sangatlah diperlukan terlebih lagi persaingan di dunia kerja sangtlah keras, tidak hanya yang memiliki pengetahuan yang mempuni yang dapat berhasil tetapi juga pengalaman dan pengetahuan menganalisis lingkungan sekitar.

Tuntutan lulusan perguruan tinggi sangtlah besar mahasiswa harus memiliki academic knowledge, skill of thingking, management skill, dan communication skiil. Kekurangan atas salah satu dari keempatketerampilan tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Perilaku dan pemikiran yang ditunjukan akan bersifat kontruktif realistis, serta kreatif (unik dan bermanfaat) serta diwujudkan. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menempuh pendidikan tinggi. (riz)