Studi Analisis Reformasi Birokrasi Bertujuan Meningkatkan Kinerja PNS RSUD Wakatobi

Dr. Ismawan Darmita S.Pd., Sh.S., Ikom., M.Si., MM., M.Pd., berhasil menyelesaikan Program Doktor Ilmu Administrasi di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya kemarin (23/02/2015), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan para penguji di ujian terbuka. Ujian terbuka dilaksanakan di Gedung Graha Wiyata lantai 1. Adapun judul disertasinya adalah “ Reformasi birokrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (studi analisis; kinerja pegawai negeri sipil rumah sakit umum daerah Wakatobi) ”.

Ismawan Darmita dalam disertasinya diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu : pertama, reformasi birokrasi di RSUD Wakatobi yang telah dilakukan selama ini sudah berjalan dengan baik, meskipun belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Beberapa kendala terkait kebutuhan tenaga medis dapat dipenuhi dengan adanya perjanjian antara pihak RSUD dengan dokter spesialis yang ditugaskn oleh kementrian kesehatan. Baiknya pelaksanaan reformasi birokrasi tersebut dikarenakan adanya sinergitas antara pihak internal (manajeman dan seluruh SDM RSUD) dengan pihak internal (masyarakat, LSM/NGO, dan pemerintah daerah). Semua pihak bersinergi untuk melakukan reformasi birokrasi agar manpu menysejahterahkan masyarakat di kabupaten wakatobi.

Kedua, posisi kinerja pelayanan public yang dilakukan oleh aparatur (PNS) di RSUD Wakatobi belum dapat dikatakan maksimal dan memenuhi sandart atau sesuai SPM yang ada. Ketersediaan sarana berupa peralatan medis untuk memberikan pelayanan kesehatan secara lebih baik dibeberapa unit kerja belum mampu dilaksanakankarena kurangnya tenaga medis maupun paramedic. Demikian pula minimnya tenaga administrasi yang mampu mengoperasikan sarana computer yang telah tersedia menyebabkan kinerja pelayanan berjalan lambat. Kendala berupa kurangnya tenaga medis dan administrasi menyebabkan kinerja yang dihasilkan belum mampu maksimal dan belum mampu mencapai SPM yang telah ditetapkan.

Ketiga, strategi yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini untuk meningkatkan kinerja pelayanan public RSUD Wakatobi antara lain : memenuhi kebutuhan SDM tenaga medis dan tenaga administrsi dengan cara menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah tetangga maupun pemerintah pusat, menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk pemenuhan sarana dan prasarana medis di RSUD, mengirimkan secara kendala tenaga pramedis untuk mengikuti pelatihan sesuai untuk meningkatkan kinerja dan mendatangkan tenaga ahli bidang administrasi untuk memberikan pelatihan kepada pegawai RSUD, memperkuat sinerginitas system dan lembaga baik internal maupun eksternal untuk mendukung reformasi birokrasi di RSUD, menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah kabupaten wakatobi, menerima aspirasi masyarakat dalam rangka perbaikan RSUD, dan menjaga kreadibilitas organisasi tanpa intervensi dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab.

Adapun saran – saran Ismawan Darmita dalam penelitiannya adalah hendaknya manajemen RSUD wakatobi terus berupaya melaksanakan reformasi birokrasi agar dapat memberikan pelayanan public yang maksimal kepada masyarakat. Salah satunya dengan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti halnya kementrian kesehatan untuk memenuhi kekurangan tenga medis agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan public di bidang kesehatan. Selanjutnya hendaknya menejemen RSUD wakatobi memberikan pelatihan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuannya, terutama mengenai etika dan teknologi terkini, sehingga kinerja para pegawai dapat lebih optimal. Dan yang terakhir hendaknya menejemen RSUD wakatobi mampu menjalankan strategi – strategi yang telah dikemukakan untuk meningkatkan kinerja pelayanan publiknya, agar masyarakat di wilayah kabupaten wakatobi dapat menikmati fasilitas kesehatan yang memadai. 

Sumber Berita: warta17agustus.com

Bagikan

Comments (0)

Silahkan Tinggalkan Komentar